Memiliki pengalaman dua tahun mengarungi kerasnya sepak bola Inggris ternyata belum memuaskan mantan pelatih Chelsea, Antonio Conte. Ia mengaku ingin kembali ke sana suatu hari nanti dan ingin memenangkan banyak trofi kembali.

Conte menjadi pelatih Chelsea pada tahun 2016 lalu usai mengakhiri perjalanannya bersama Timnas Italia. Di musim perdananya, pria berusia 51 tahun itu langsung membantu the Blues menjuarai Premier League.

Sayangnya, performa Chelsea pada musim berikutnya menurun drastis. Walaupun berhasil menjuarai FA Cup setelah mengalahkan Manchester United di babak final, Conte tetap dipecat manajemen klub.

Sekarang Conte sedang menjalani musim keduanya bersama raksasa Italia, Inter Milan. Ia gagal menyumbang piala pada musim 2019/20, namun setidaknya berhasil membawa Nerazzurri menjadi runner up di ajang Serie A.

Tertarik Kembali ke Inggris

Saat berbincang dengan the Telegraph baru-baru ini, Conte mengungkapkan bahwa dirinya belum tertarik mengakhiri perjalanannya bersama Inter Milan. Namun Conte masih menyimpan keinginan melatih di Inggris lagi.

"Saya masih punya musim ini dan musim berikutnya di kontrak saya bersama Inter dan saya baru memulai sebuah proyek di sini dan, jujur, saya ingin melanjutkan proyek ini dan bertahan selama mungkin," ujarnya.

"Namun, pastinya, di masa depan, saya ingin kembali ke Inggris untuk mendapatkan pengalaman yang lainnya. Sebab saya menikmati kehidupan di Inggris," lanjutnya.

Ingin Melanjutkan Kehidupan di Inggris

Keluarga tidak menjadi masalah buat Conte. Pria yang juga pernah melatih Juventus tersebut mengatakan kalau istri beserta anak-anaknya menikmati kehidupan di Inggris dan ingin kembali ke sana suatu hari nanti.

"Bagi saya, bagi keluarga saya, saya ingin kembali ke Inggris suatu hari nanti karena kami menjalani pengalaman hidup yang luar biasa di sana. dan kami ingin terus mendapatkan pengalaman hidup di Inggris," pungkasnya.

Pada musim ini, Inter Milan menunjukkan tren penurunan di tangan Antonio Conte. Mereka sedang berada di peringkat ke-7 dalam klasemen sementara Serie A dan baru meraih tiga kemenangan dari tujuh pertandingan.